BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam interaksi kegiatan pembelajaran di kelas, baik pengajar maupun peserta didik mempunyai peranan yang sangat penting. Perbedaanya terletak pada fungsi dan peranannya masing-masing. Pengajar tentu saja harus mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu dibandingkan peserta didiknya, yang akan digunakan untuk membelajarkan peserta didik. Untuk itu, peranan pengajar dalam kegiatan pembelajaran ialah berusaha secara terus-menerus untuk membantu pserta didik membangun potensi-potensi yang dimilikinya. Pengajar harus memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran. Dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran diperlukan pendekatan tertentu. Pendekatan merupakan sudut pandang atau titik tolak untuk memahami seluruh persoalan dalam proses pembelajaran. Sudut pandang menggambarkan cara berfikir dan sikap seorang pengajar dalam menjalankan tugasnya.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa pengertian dari dasar klasifikasi strategi pembelajaran ?
2. Apa isi dari dasar-dasar klafikasi strategi pembelajaran ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari klasifikasi.
2. Mengetahui isi dari dasar-dasar klafikasi strategi pembelajaran.
1.4 Hipotesa
1. Klasifikasi adalah kriteria atau titik tolak yang digunakan untuk mengelompokkan sesuatu.
2. Dalam klasifikasi strategi pembelajaran sederhana dibagi dalam 4 bagian belajar yaitu :
- Pengaturan guru dan siswa
- Pengolahan pesan
- Struktur peristiwa belajar-mengajar dan
- Tujuan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Klasifikasi
Klasifikasi strategi pembelajaran adalah pengelompokan strategi pembelajaran berdasarkan segi-segi yang sejenis yang terdapat dalam setiap strategi pembelajaran. Katakanlah misalnya klasifikasi tentang manusia. Manusia dapat diklasifikasi dengan menggunakan beberapa dasar klasifikasi, misalnya dari segi jenis kelaminnya manusia dibedakan atas laki-laki dan perempuan, dari segi warna kulitnya manusia dapat diklasifikasi atas kulit kuning, kulit putih, kulit hitam dan kulit sawomatang, dari segi rasnya, manusia diklasifikasi atas ras mongoloid, ras kaukasoid dan ras negroid, dsb. Demikian pula halnya dengan strategi pembelajaran, kita dapat mengklasifikasinya dengan menggunakan berbagai dasar klasifikasi.Menurut Mulyono(1994)[1] Strategi dapat diklasifikasikan menjadi 5, yaitu: strategi pembelajaran langsung (direct instruction), tak langsung (indirect instruction), interaktif, mandiri, melalui pengalaman (experimental).
1. Strategi pembelajaran langsung.
Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif.
Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan, sedangkan kelemahan utamanya dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, proses-proses, dan sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis dan hubungan interpersonal serta belajar kelompok. Agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan pemikiran kritis, strategi pembelajaran langsung perlu dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang lain.
2. Strategi pembelajaran tak langsung
Strategi pembelajaran tak langsung sering disebut inkuiri, induktif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan penemuan. Berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung, pembelajaran tak langsung umumnya berpusat pada peserta didik, meskipun dua strategi tersebut dapat saling melengkapi. Peranan guru bergeser dari seorang penceramah menjadi fasilitator. Guru mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan peserta didik untuk terlibat.
· Kelebihan dari strategi ini antara lain:
a. Mendorong ketertarikan dan keingintahuan peserta didik,
b. Menciptakan alternatif dan menyelesaikan masalah,
c. Mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan interpersonal dan kemampuan yang lain,
d. Pemahaman yang lebih baik,
e. Mengekspresikan pemahaman.
· Sedangkan kekurangan dari pembelajaran ini adalah memerlukan waktu panjang, outcome sulit diprediksi. Strategi pembelajaran ini juga tidak cocok apabila peserta didik perlu mengingat materi dengan cepat.
3. Strategi pembelajaran interaktif
Pembelajaran interaktif menekankan pada diskusi dan sharing di antara peserta didik. Diskusi dan sharing memberi kesempatan peserta didik untuk bereaksi terhadap gagasan, pengalaman, pendekatan dan pengetahuan guru atau temannya dan untuk membangun cara alternatif untuk berfikir dan merasakan.
· Kelebihan strategi ini antara lain:
a. Peserta didik dapat belajar dari temannya dan guru untuk membangun keterampilan sosial dan kemampuan-kemampuan,
b. Mengorganisasikan pemikiran dan membangun argumen yang rasional.
Strategi pembelajaran interaktif memungkinkan untuk menjangkau kelompok-kelompok dan metode-metode interaktif. Kekurangan dari strategi ini sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok.
4. Strategi pembelajaran empirik (experiential)
Pembelajaran empirik berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik, dan berbasis aktivitas. Refleksi pribadi tentang pengalaman dan formulasi perencanaan menuju penerapan pada konteks yang lain merupakan faktor kritis dalam pembelajaran empirik yang efektif.
· Kelebihan dari startegi ini antara lain:
a. Meningkatkan partisipasi peserta didik,
b. Meningkatkan sifat kritis peserta didik,
c. Meningkatkan analisis peserta didik, dapat menerapkan pembelajaran pada situasi yang lain.
· Sedangkan kekurangan dari strategi ini adalah penekanan hanya pada proses bukan pada hasil, keamanan siswa, biaya yang mahal, dan memerlukan waktu yang panjang.
5. Strategi pembelajaran mandiri
Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk
membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya
adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dari kelompok
kecil. Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggunggjawab. Sedangkan kekurangannya adalah peserta MI belum dewasa, sehingga sulit menggunakan pembelajaran mandiri.
membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya
adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dari kelompok
kecil. Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggunggjawab. Sedangkan kekurangannya adalah peserta MI belum dewasa, sehingga sulit menggunakan pembelajaran mandiri.
2.2 Dasar-Dasar Klasifikasi Pembelajaran
Menurut T.Raka Joni (1984)[2] dasar-dasar klasifikasi dapat ditinjau dari segi :
1. Pengaturan Guru dan Siswa
Pengaturan guru dan siwa dapat diklasifikasi didasarkan atas :
a. Pengaturan Guru
i. Strategi pembelajaran dengan/oleh seorang guru strategi
ii. Pembelajaran dengan/oleh team teaching.
b. Hubungan Guru-Siswa
i. Strategi pembelajaran tatap muka yaitu pembelajaran dimana guru dan siswa berada dalam satu ruangan/kelas dengan komunikasi/interaksi pembelajaran yang berlangsung secara face-to-face communication.
ii. Strategi pembelajaran jarak jauh yaitu pembelajaran dimana guru dan siswa tidak berada dalam satu ruangan/kelas sehingga komunikasi/interaksi pembelajaran berlangsung melalui penggunaan media/teklnologi pembelajaran sebagai perantara. Kegiatan mengajar yang Anda lakukan di sekolah/kelas Anda selama ini adalah contoh dari pembelajaran tatap muka, sementara kegiatan-kegiatan perkuliahan yang Anda ikuti dalam rangka program pendidikan jarak jauh ini adalah contoh pembelajaran jarak jauh.
c. Pengaturan Siswa
i. Strategi pembelajaran individual, yaitu pembelajaran yang diorganisir secara individual dengan orientasi pemberian kesempatan kepada setiap siswa secara individual untuk belajar sesuai dengan kemampuan sendiri dengan tujuan untuk mengembangkan potensi/kemampuan setiap individu secara optimal
ii. Strategi pembelajaran kelompok kecil yaitu pembelajaran dimana siswa-siwa diorganisir dalam kelompok-kelompok kecil, besarnya 4 – 7 orang untuk mendiskusikan dan/atau mengerjakan topik/tugas-tugas yang diperhadapkan kepada mereka
iii. Strategi pembelajaran klasikal yaitu pembelajaran dimana sejumlah siswa (besarnya sekitar 35-45 orang) yang diasumsikan memiliki usia dan kemampuan yang relatif sama dikumpulkan dalam satu kelas, kemudian diajar oleh seorang guru dengan menggunakan format pembelajaran yang sama untuk seluruh murid dalam kelas
2. Pengolahan Pesan
Pengolahan Pesan dapat didasarkan atas :
a. Peranan guru dan siswa dalam mengolah pesan
i. Strategi ekspositorik merupakan strategi pembelajaran yang lebih berorientasi pada guru dalam arti semua pesan pembelajaran (yang diharapkan untuk dikuasai oleh murid) telah diolah dalam bentuk barang jadi oleh guru untuk selanjutnya disampaikan kepada murid. Guru aktif memberi penjelasan aatau informasi secara terperinci tentang bahan pengajaran dengan tujuan utama memindahkan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai kepada siswa. Peran guru dalam strategi pembelajaran ekspositorik ini adalah : penyusun program pembelajaran, pemberi informasi yang benar, penyedia fasilitas, pembimbing siswa dalam memperoleh informasi/pesan, dan penilai pemerolehan informasi, sementara siswa lebih berperan sebagaipencari/penerima informasi/pesan belajar, pemakai media/sumber velajar, dan menyelesaikan tugas-tugas yang diperhadapkan kepadanya.
ii. Strategi heuristik merupakan strategi pembelajaran yang menghendaki siswa untuk terlibat aktif dalam proses pengolahan pesan-pesan belajar (tujuan pembelajaran). Strategi ini lebih berpusat pada siswa (student-centre) dan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual, berpikir kritis dan memecahkan masalah dari para siswa. Dalam strategi heuristik, peranan guru adalah : menciptakan suasana berpikir sehingga murid berani bereksplorasi dalam penemuan dan pemecahan masalah, sebagai fasilitator dalam pembelajaran dan penelitian, sebagai rekan diskusi siswa dalam klasifikasi dan pencarian alternatif pemecahan masalah, dan sebagai pembimbing penelitian, pendorong keberanian berpikir alternatif dalam pemecahan masalah, sementara peranan siswa adalah mengambil prakarsa dalam pencarian masalah dan pemecahan masalah, pelaku aktif dalam belajar melakukan penelitian, penjelajah tentang masalah dan metode pemecahan masalah, serta penemu pemecahan masalah.
b. Proses Pengolahan Pesan
Dari segi proses pengolahan pesan, strategi pembelajaran dibedakan atas :
i. Strategi deduktif adalah strategi pembelajaran dengan proses pengolahan pesan yang berlangsung dari hal-hal yang bersifat umum menuju ke hal-hal yang bersifat khgusus. Pada garis besarnya, strategi pembelajaran deduktif meliputi langkah-langkah sebagai baerikut :
- Guru mengemukakan generalisasi
- Penjelasan konsep-konsep
- Pencarian data yang dilakukan oleh siswa
ii. Strategi induktif adalah strategi pembelajaran dengan proses pengolahan pesan yang berlangsung dari hal-hal yang bersifat khusus menuju ke hal-hal yang bersifat umum. Langkah-langkah pembelajaran strategi induktif, pada garis besarnya terdiri atas :
- Pengajuan data/fakta atau peristiwa khusus
- Penyusunan konsep berdasarkan fakta-fakta,
- Penyusunan generalisasi berdasarkan
- Konsep-konsep. Bila sudah ada teori yang benar pada umumnya dirumuskan hipotesis
- Terapan generalisasio pada data baru atau hipoptesis
- Penarikan kesimpulan lanjut
3. Struktur Peristiwa Belajar Mengajar
Dari segi strutur peristiwa belajar-mengajar, strategi pembelajaran dibedakan atas :
a. Strategi pembelajaran tertutup, semua komponen pembelajaran seperti penentuan tujuan, materi/media/sumber-sumber belajar serta prosedur/langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh/dilaksanakan di kelas, semuanya telah dirancang/dilakukan secara ketat oleh guru tanpa melibatkan siswa.
b. Strategi pembelajaran terbuka siswa diberi peluang/kesempatan untuk memberikan urunan dalam merancang/menentukan komponen-komponen pembelajaran termasuk dalam menentukan prosedur/langkah-langkah pembelajaran sementara pembelajaran berlangsung.
4. Tujuan Belajar
Menurut Robert Gagne (1984)[3] tujuan belajar dikelompokkan dengan kondisi-kondisi belajar (system lingkungan belajar) sesuai dengan tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. Dalam hal ini Gagne mengemukakan adanya 5 jenis tujuan belajar yaitu :
1. Verbal information (informasi verbal) yaitu kemampuan untuk menyatakan atau mengungkapkan kembali secara verbal pengetahuan ataukah informasi yang telah dimilikinya dalam arti bahwa seseorang yang telah memiliki pengetahuan tertentu berkemampuan untuk menuangkan pengetahuan itu dalam bentuk bahasa (baik mlisan maupun tertulis yang memadai) sehingga dapat dikomunikasikan kepada orang lain
2. Intelectual skills (kecakapan intelektual) menunjuk kepada kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya asendiri dalam bentuk suatu representasi, khususnya konsep dan berbagai lambang/simbol (huruf, angka, kata, gambar). Cakupan dari kecakapan intelektual ini meliputi kecakapan yang sangat sederhana sampai kepada kemampuan yang bersifat kompleks sesuai kapasitas intelektual yang dimilki seseorang. Kecakapan intelektual ini terdiri atas 4 sub kemampuan yang bersifat hierarkhi, yaitu: diskriminasi, konsep, kaidah, dan prinsip
3. Cognitive strategies (strategi kognitif) menunjuk pada kemampuan mengatur cara/proses belajar dan mengelola/mengorganisir proses berpikir dalam arti yang seluas-luasnya. Seseorang yang memiliki strategi kognitif yang baik akan jauh lebih efisien dan efektif dalam mempergunakan semua konsep dan kaidah yang dimilikinya dibandingkan dengan seseorang yang tidak berkemampuan demikian . Strategi kognitif ini oleh Ruthkopf dinamakan “mathemagenic activities“, oleh Skinner dinamakan “self management behavior“, dan oleh penganut teori pemrosesan informasi dinamakan “executive control processes“
4. Motor skills (keterampilan motorik) menunjuk kepada kemampuan untuk melakukan rangkaian gerak-gerik jasmani yang dikemudikan oleh sistem saraf disertai koordinasi yang memadai antara kerja otak dan proses psikologis yang mengatur gerak itu dalam urutan tertentu dengan mengadakan koordinasi antara berbagai anggota badan secara terpadu
5. Attitudes (sikap dan nilai) menunjuk kepada kemampuan internal yang sangat berperan dalam menentukan dan mengambil suatu tindakan, lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak.
Masing-masing tujuan belajar tersebut mempersyaratkan strategi belajar tertentu (yang oleh Gagne disebut kondisi-kondisi belajar ekstern) tertentu untuk pencapaiannya. Sebagai contoh, untuk mencapai tujuan belajar keterampilan motorik misalnya harus digunakan strategi pembelajaran yang relevan dengan substansi dari belajar keterampilan motorik tersebut. Seperti latihan, sementara untuk tujuan belajar attitudes (sikap dan nilai) memerlukan strategi belajar pemodelan (modelling). Demikian juga dengan tujuan/hasil belajar yang lain. Dengan demikian ditinjau dari segi tujuan belajar, strategi pembelajaran dapat dibedakan atas strategi pembelajaran untuk pencapaian tujuan/hasil belajar
BAB 3
KESIMPULAN
1. Klasifikasi strategi pembelajaran adalah pengelompokan strategi pembelajaran berdasarkan segi-segi yang sejenis yang terdapat dalam setiap strategi pembelajaran.
2. Dalam klasifikasi strategi pembelajaran sederhana dibagi dalam 4 bagian belajar yaitu :
- Pengaturan guru dan siswa
- Pengolahan pesan
- Struktur peristiwa belajar-mengajar dan
- Tujuan
Daftar Pustaka
Afriani Fitri (2004). Klasifikasi Strategi Pembelajaran.FKIP Universitas Abulyatama Aceh Besar
Soli abimanyu.2010.Strategi Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar